Indeks Abstrak

Pemanfaatan Berbagai Jenis dan Dosis Aktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) pada Pengoposan Limbah Bulu Ayam

Kusmiadi R, Khodijah NS ABSTRAK Bulu ayam merupakan limbah dari tempat pemotongan ayam dan sumber bahan organik yang berpotensi dijadikan kompos. Pengomposan dapat dipercepat dengan penambahan aktivator mikroorganisme lokal (MOL) yang terbuat dari tapai + nanas dan nasi basi. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh jenis dan dosis aktivator MOL terhadap pengomposan bulu ayam. penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan F1 adalah jenis aktivator, terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu M1 (aktivaroe tapai +nanas) dan M2 (aktivaroe nasi basi). F2 adalah dosis aktivaror, terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 1%, 5 %, dan 10 %. peubah yang diamati meliputi kualitas fisik (kadar air, suhu dan warna kompos) dan kualitas kimia (pH, C-organik, N-total, P,...

Analisis Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Gogo (Oryza Sativa L.) Di Desa Kimak Kecamatan Merawang

Rajab Irfiansyah Abstrak Analisis kesesuaian lahan adalah penilaian kelas kesesuaian lahan berdasarkan kualitas lahan. Kesesuaian lahan pertanian sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) di Desa Kimak. Penelitian dilakukan di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, dari bulan Juni sampai dengan September 2017. Eksperimen menggunakan metode deskriptif eksploratif. Parameter yang diamati pH tanah, curah hujan, tekstur tanah, kedalaman efektif, drainase tanah,  c-organik, dan kandungan hara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual padi gogo adalah S3 dengan faktor pembatas yang berbeda. Kata kunci: Analisis kesesuaian lahan, padi...

Perhitungan Distribusi Tegangan Sisa Pengelasan Sambungan–T Pada Instalasi Pipa

Antonius Wahyu Cahyo Purnomo Abstrak Studi tentang pemodelan dan perhitungan tegangan sisa akibat pengelasan pada sambungan-T pada instalasi perpipaan. Model perhitungan diambil material standard las dengan data koefisien konduksi panas, k =13,5x106 W/ °K.m2, dan angka muai termal, α = 13x10-6 mm/mm. Tegangan sisa dihitung berdasarkan iterasi regangan yang timbul akibat distribusi suhu selama pendinginan dari suhu pengelasan menuju temperatur ruang dengan simulasi suhu pada daerah las sebesar 1200 °C. Perhitungan berdasarkan metode elemen hingga dengan program ANSYS 5.4. model 3 dimensi. Distribusi tegangan menunjukkan harga tegangan total pada bahan las berkisar antara 300 sampai dengan 400 MPa, sedangkan pada material pipa antara 30 sampai 200 MPa. Konsentrasi...

Pengaruh Jarak Sel Bukaan Balok Terhadap Kekuatan Material Dan Karakteristik Getaran

Sunardi Sunardi, Listijorini Listijorini, Muhamad Sahroni Abstrak Balok banyak digunakan dalam aplikasi struktur baik mekanikal maupun sipil. Dalam prakteknya balok yang digunakan di lapangan tidaklah homogen, sehingga akan menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan pada bagian-bagian tertentu. Dampak lanjutannya adalah terjadi perubahan kekuatan, kekakuan dan respon getaran ketika balok memperoleh eksitasi dari luar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yaitu eksperimen dan FEM. Karakteristik balok yang dipelajari adalah defleksi, tegangan, frekuensi dan konstanta redaman. Pada penelitian ini digunakan aluminum AL 6063 yang diberikan sel berbentuk lingkaran, persegi dan belah ketupat. Jarak antar sel masing-masing 40mm dan 60mm. Dari hasil pengujian diperoleh...

Analisa Kestabilan Kapal Isap Pasir Dari Kedalaman 40 Meter Menjadi 66 Meter

Firlya Rosa Abstrak Kapal isap pasir dapat dimodifikasi sebagai kapal isap material timah yang digunakan untuk perairan lepas pantai dengan kedalaman lebih dari 50 m. Untuk memenuhi kedalaman tersebut, perlu dilakukan modifikasi kapal isap pasir dengan memanjangkan ladder sesuai dengan kapasitas yang diinginkan. Penelitian ini memodifikasi kemampuan kapal isap pasir yang sudah ada dengan kedalaman pengerukan 40 m menjadi kapal isap timah dengan kedalaman 66 m. Tanpa merubah dimensi maupun geometri dari ponton dan peralatan yang sudah ada, membuang ladder 40 m, menambah peralatan pendukung pengerukan 66 m dan membuat konstruksi ladder untuk kedalaman 66 m menyebabkan perubahan stabilitas kapal sehingga perlu dianalisa kembali stabilitas kapal isap pasir modifikasi tersebut. Analisa...

Pertanggungjawaban Komando Terhadap Kejahatan Kemanusiaan (Analisis Putusan No. 45 Pk/Pid/Ham Ad Hoc/2004)

Faisal Faisal Abstract   Topics in this paper, will attempt to restore the accumulation profiles of several human rights violations that have occurred and the fact the nation's history, as well as human rights violations that occurred in Aceh in August 2001, May 1998 Trisakti, Semanggi I November 1998, Semanggi II September 1999 , Tanjung Priok in 1984 to the case of East Timor after the poll to determine the future fate of the people of East Timor. Keywords: command Responsibility, human rights, crimes against...