Oleh Riwan kusmiadi

Kepayang ia melambung bagai sibunga ilalang,

terbuai dalam surut dan sejuknya si angin siang.

Dengan gerak...berliuk berirama seiring gemerincik air,

serta gemeretak situa betung yang bergesek dendang.

Hmm...Sepoi sepoi sejuk...

Ia datang dengan senandungnya yang riang mencariku di dalam kerlingan.

Terbuai...

Hingga senyumu memenuhi duniaku sampai malam.



Sepertinya......

Di ujung bayangmu hatiku tersangkut,

tak ada ranting kedua tuk menahan dan tak ada rimbun dedaunan tuk berteduh.

Di pangkal nadiku telah teraba denyutnya yang berbisik.

Wahai bunga yang berseri....


Ketika mentari dan rembulan saling bertukar senyum...

ku berharap ceria itu pun kan tetap ada.


Wahai bunga yang berseri...

kan kuhampiri dirimu dengan setetes madu

yang kan membaluri pahit rindumu menjadi sirna