Pemanfaatan Tajar Hidup Pada Tanaman Lada

Editorial   |   Artikel  |   Sabtu, 16 Juli 2016 - 12:04:26 WIB
Pemanfaatan Tajar Hidup Pada Tanaman Lada

Tigamatapena.com - Tanaman lada termasuk tanaman yang sangat sensitif terhadap lingkungan terutama hempasan angin, suhu udara dan terik matahari yang berlebihan akan sangat menggangu perkembangan tanaman tersebut sehingga harus ditangani secara serius untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. 

Lada (Piper nigrum Linn) merupakan tanaman rempah yang berasal dari Ghat Barat, India. Usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi lada untuk dapat bersaing di tingkat dunia, maka dilakukan sistem budidaya yang baik dengan mempertimbangkan dan meningkatkan strategi potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi. Dengan sistem tersebut diharapkan mampu menghasikan lada berkualitas tinggi (bebas dari senyawa/polutan an organik racun), melalui penggunaan varietas unggul, sehat, tahan hama penyakit, memaksimalkan penggunaan pupuk organik, menggunakan pestisida nabati dan penggunaan agensia hayati.

Junjungan adalah tiang panjat tanaman lada, sebenarnya tiang panjat ada dua macam. tajar hidup dan tajar mati, tajar hidup adalah tiang panjat yang menggunakan pohon yang mampu hidup kembali setelah di tebang, seperti pohon kapuk randu, gamal, pohon kopi, batang julok antu, dll. Tajar mati kayu ulin namun sekarang kayu ulin populasinya sudak sangan sulit ditemukan jadi tajar mati yang biasa digunakan adalah pohon pelawan, jemang, samak, kiras, enterasan, resak, ubar, pelangas, mang, berangan,dll.

Tajar hidup yang disarankan adalah pohon dadap dan gamal karena termasuk tanaman yang kuat dan mudah untuk dikembangkan. Penggunaan tiang panjat hidup dadap, gamal, lamtoro dsb selalu dipangkas setiap empat bulan sekali. Pada musim penghujan dipangkas berat sedang pada musim kemarau dipangkas ringan. Keuntungan memakai tiang panjat hidup, antara lain mudah didapat, ditumbuhkan dan harganya murah. Selain itu biomasa hasil pangkasan, dan daun-daun yang berguguran dapat digunakan untuk pakan ternak, mulsa dan pupuk/kompos. 

Manfaat Tajar Hidup sebagai peneduh sekaligus bahan pupuk hijau perakaran. Gliriside berada di bawah, sedangkan perakaran lada berada di atas, sehingga jika tanaman gliriside yang difungsikan untuk tajar hidup tidak saling menggangu kebutuhan pemenuhan unsur hara. Daun gliriside yang jatuh ke tanah bisa menjadi pupuk hayati yang bagus bagi tanaman lada, sebagai pupuk hayati, daun gliriside mempunyai kandungan auxin (hormon tumbuh) yang tinggi, dan tajar hidup sebagai penyangga tanaman lada sehingga bisa menjamin lada dari hempasan angin dan melindungi dari terik matahari yang terlalu berlebihan.

Komentar Facebook

BSB Cash, Kartu Retribusi Pembayaran Non-Tunai Resmi Dilaunching

Artikel

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:06:00 WIB - 3 bulan lalu

Sistem KRPL Menjadi Solusi Hadapi Lahan Sempit

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 23:33:30 WIB - 4 bulan lalu

Berharap Kepada Allah , Ampuh Atasi Sifat Mudah BAPER

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 21:51:25 WIB - 4 bulan lalu

Tanaman Hias Siap Bantu Atasi Persoalan di Lahan Tambang

Artikel

Selasa, 26 Juni 2018 - 08:12:16 WIB - 4 bulan lalu

Intip Kerennya Break Pemuda "Zaman Now"

Hiburan

Senin, 25 Juni 2018 - 07:56:38 WIB - 4 bulan lalu

Teknologi Pengering Lada, Menentukan Kualitas Lada Lebih Tinggi

Artikel

Sabtu, 23 Juni 2018 - 22:02:55 WIB - 4 bulan lalu

GenBI Berbagi "Pelita Ramadhan Tanggap Berbagi" 2018

HIkmah

Jumat, 08 Juni 2018 - 01:19:38 WIB - 4 bulan lalu

Generasi Baru untuk Harapan Baru

Kampus

Rabu, 16 Mei 2018 - 01:00:09 WIB - 5 bulan lalu

Pernah Menaruh Harap

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 07:04:36 WIB - 5 bulan lalu

Cinta yang pernah tertitip pada Senja

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 06:59:04 WIB - 5 bulan lalu

2nd Agro Care Day: Save Our Earth, Save Our Live, And Save Our Future.

Kampus

Minggu, 22 April 2018 - 19:28:54 WIB - 6 bulan lalu

Suhargo: "Banyak Kendala di Stan Bazar Tak Menyurutkan Semangat Kami."

Kampus

Jumat, 13 April 2018 - 08:18:25 WIB - 6 bulan lalu

Meriah: Dies Natalis ke-12, Perkenalkan UBB dengan Jalur yang Berbeda

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:52:22 WIB - 6 bulan lalu

Pengenalan Kampus Lewat Parade di Acara Dies Natalis-12 UBB

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:39:52 WIB - 6 bulan lalu

Dinda Wiranti Wisudawati Terbaik FPPB UBB "Semua Ini Berkat Orang Tua"

Kampus

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:53:42 WIB - 7 bulan lalu

ORMAWA FPPB Galang Dana Bencana Banjir Mentok

Kampus

Sabtu, 17 Maret 2018 - 12:56:12 WIB - 7 bulan lalu

Studi Ekologi dan Populasi Kukang di Pulau Bangka

Lejok Bangka

Jumat, 16 Maret 2018 - 22:52:41 WIB - 7 bulan lalu

AIESEC Bersama Pemuda Bangka Belitung Menuju Era GO DIGITAL

Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:49:42 WIB - 8 bulan lalu

HIMABIO Buka Pintu Masuk Mahasiswa yang "HAUS" Beasiswa Luar Negeri

Kampus

Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:22:51 WIB - 8 bulan lalu

Tanaim: "Resi Gudang bukan Serta Merta Menaikan Harga!"

Kampus

Selasa, 20 Februari 2018 - 22:07:04 WIB - 8 bulan lalu

"Safari Politik HIMAPOL ! Bangun Balunijuk Sebagai Jantung UBB"

Kampus

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:20:00 WIB - 8 bulan lalu

Mendapatkan Kembali Jiwa Mahasiswa Melalui Latihan Kempemimpinan 3 FPPB

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 19:46:09 WIB - 8 bulan lalu

PETANG di Hari Sabtu Dekatkan Mahasiswa Fakultas Teknik

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 14:08:15 WIB - 8 bulan lalu

Latihan Kepemimpinan 3rd FISIP Bangun Pengkaderan Pemimpin Masa Depan

Kampus

Sabtu, 03 Februari 2018 - 20:08:07 WIB - 9 bulan lalu

Awal Kepengurusan, HIMAGRO Bakar Semangat Melalui Training Organization (TO)

Kampus

Sabtu, 03 Februari 2018 - 19:56:45 WIB - 9 bulan lalu

Outbond, Bangun Atmosfer Baru Bagi Dosen dan Staf FPPB

Kampus

Sabtu, 03 Februari 2018 - 10:54:42 WIB - 9 bulan lalu