Kebijakan Pejabat Daerah yang Mengancam Kearifan Lokal

Editorial   |   Artikel   |   Sabtu, 16 Juli 2016 - 12:19:55 WIB
Kebijakan Pejabat Daerah yang Mengancam Kearifan Lokal

Sumber foto:bangakrie.wordpress.com

Tigamatapena.com - Pembangunan pertanian kita acapkali salah orientasi yang seharusnya ditujukan dan berbasiskan pertanian kerakyatan justru dibelokkan orientasi ke pertanian industri yang justru hanya menguntungkan pemodal. Pemodal-pemodal ini dengan getol berinvasi unutk mengubah kultur bertani dari dulunya petani sebagai pemilik tanah untuk dijadikan menjadi buruh yang bekerja di tanah sendiri. Invasi-invasi dengan mudah dapat kita saksikan secara kasat mata dalam bentuk perkebunan-perkebunan swasta yang menguasai tanah adat berbekal izin dari sang kuasa pejabat daerah.

Pejabat daerah seolah lupa jika rakyat yang digadaikannya memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang berusaha menjaga keselarasan dan keseimbangan dengan masyarakat dan alam yang senantiasa dipelihara melalui tradisi lisan melalui keyakinan bertahun-tahun. Masyarakat tidak sangat tertarik (menolak) menjual tanah miliknya untuk dibeli pemodal besar karena akan dihargai mahal. Penolakan warga ini dilatarbelakangi oleh sebuah pandangan hidup yang mempertahankan penguasaan tanah adat karena ada tradisi-tradisi tertentu yang dijaga nilainya agar tidak hilang.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, beberapa gesekan masyrakat dengan pemodal besar acapkali menyita perhatian kita semua. Pergesekan antara PT BML di Gunung Muda, PT GPL di Air Abik, Inhutani di Deniang-Air Hantu (Walhi dalam Bangka Pos 5 Juni 2015), dan PT BSSP dengan Masyarakat Desa Ranggung (Bangka Pos 25 November 2013) membuktikan kesalahan pengambilan kebijakan otoritas pengambil kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup dan nasib pertanian di Babel. 

Otoritas pengambil kebijakan terkesan berusaha untuk mengikis dan bahkan menghilangkan tatanan masyarakat adat yang telah tertanam dan turun-temurun dalam bentuk kearifan lokal masyarakat hukum adat karena dianggap sebagai bentuk pola masyarakat yang primitif dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Ini semua menjadi konsekuensi logis ketika sebuah keputusan berlandaskan pertanian industri yang hanya akan menguntungkan pemodal besar dan tidak berakar pada nilai-nilai yang hidup dan tumbuh dari masyarakat.

Pada akhirnya kebijakan-kebijakan pertanian di Babel hanyalah merupakan penampakan dari kekuasaan, menjauh dari cita-cita keadilan untuk kesejahteraan masyarakat. Padahal putusan ini akan memberikan implikasi besar akibat dari eksploitasi sumber daya alam secara tak terkendali oleh kepentingan kapitalis. Kebijakan ini tidak hanya sebatas menimbulkan semakin rusaknya lingkungan hidup, tetapi juga lebih dari itu adalah pengabaian/penggusuran hak-hak masyarakat adat/lokal serta marjinalisasi tatanan sosial dan budaya masyaraka, yang tidak pernah diperhitungkan sebagai ongkos ekonomi, ekologi, dan ongkos sosial-budaya yang harus dikorbankan untuk kebijakan pembangunan pertanian itu.(*RD)

Komentar Facebook

KKN UBB Revolusi Mental Desa Namang Gelar Sosialisasi BPJS di Dua Desa

Artikel

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 19:36:07 WIB - 1 tahun lalu

"Gerakan Masyarakat Hidup Sehat" Air Duren Bersama Mahasiswa KKN UBB

KKN

Minggu, 22 Juli 2018 - 19:48:55 WIB - 1 tahun lalu

Belum Pernah Lakukan Senam, Mahasiswa KKN UBB Berikan Spirit Baru

KKN

Jumat, 20 Juli 2018 - 14:38:57 WIB - 1 tahun lalu

KKN Desa Cendil Bersama Warga Cendil Serbui Lapangan Voli

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 22:26:55 WIB - 1 tahun lalu

Bantu Mayarakat Dusun Tuing, Mahasiswa KKN UBB Selesaikam Fasilitas MCK

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 16:35:43 WIB - 1 tahun lalu

Rubah Kulit Nanas menjadi POC melalui Sosialisasi KKN UBB

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 10:05:44 WIB - 1 tahun lalu

KKN UBB Desa Cendil 2018 Mudahkan Jalan Proker Melalui Observasi Lapang

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 05:41:01 WIB - 1 tahun lalu

Temu Sapa KKN UBB Cendil Berlangsung Interaktif

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 14:21:27 WIB - 1 tahun lalu

KKN Tematik UBB Desa Namang 2018 Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 08:15:08 WIB - 1 tahun lalu

Fournita : "KKN disambut dengan Tawa, Pulang dengan Tangis"

KKN

Kamis, 12 Juli 2018 - 06:14:42 WIB - 1 tahun lalu

BSB Cash, Kartu Retribusi Pembayaran Non-Tunai Resmi Dilaunching

Artikel

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:06:00 WIB - 1 tahun lalu

Sistem KRPL Menjadi Solusi Hadapi Lahan Sempit

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 23:33:30 WIB - 1 tahun lalu

Berharap Kepada Allah , Ampuh Atasi Sifat Mudah BAPER

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 21:51:25 WIB - 1 tahun lalu

Tanaman Hias Siap Bantu Atasi Persoalan di Lahan Tambang

Artikel

Selasa, 26 Juni 2018 - 08:12:16 WIB - 1 tahun lalu

Intip Kerennya Break Pemuda "Zaman Now"

Hiburan

Senin, 25 Juni 2018 - 07:56:38 WIB - 1 tahun lalu

Teknologi Pengering Lada, Menentukan Kualitas Lada Lebih Tinggi

Artikel

Sabtu, 23 Juni 2018 - 22:02:55 WIB - 1 tahun lalu

GenBI Berbagi "Pelita Ramadhan Tanggap Berbagi" 2018

HIkmah

Jumat, 08 Juni 2018 - 01:19:38 WIB - 1 tahun lalu

Generasi Baru untuk Harapan Baru

Kampus

Rabu, 16 Mei 2018 - 01:00:09 WIB - 1 tahun lalu

Pernah Menaruh Harap

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 07:04:36 WIB - 1 tahun lalu

Cinta yang pernah tertitip pada Senja

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 06:59:04 WIB - 1 tahun lalu

2nd Agro Care Day: Save Our Earth, Save Our Live, And Save Our Future.

Kampus

Minggu, 22 April 2018 - 19:28:54 WIB - 2 tahun lalu

Suhargo: "Banyak Kendala di Stan Bazar Tak Menyurutkan Semangat Kami."

Kampus

Jumat, 13 April 2018 - 08:18:25 WIB - 2 tahun lalu

Meriah: Dies Natalis ke-12, Perkenalkan UBB dengan Jalur yang Berbeda

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:52:22 WIB - 2 tahun lalu

Pengenalan Kampus Lewat Parade di Acara Dies Natalis-12 UBB

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:39:52 WIB - 2 tahun lalu

Dinda Wiranti Wisudawati Terbaik FPPB UBB "Semua Ini Berkat Orang Tua"

Kampus

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:53:42 WIB - 2 tahun lalu