Kenakalan Remaja dan Peran Orang Tua

Editorial   |   HIkmah  |   Jumat, 06 Oktober 2017 - 15:21:40 WIB
Kenakalan Remaja dan Peran Orang Tua

Tigamatapena.com - Definisi luas  sesorang yang mendidik dan pengajar pada  anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah kita kenal dengan nama  Guru.  Tidak  semua orang bisa menjalankan  tugas mulia ini, guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.  Guru dalam bahasa Indonesia, umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Adakah hubungannya kenakalan remaja saat ini dengan fungsi guru?. Pertanyaan ini selalu menjadi pertanyaan dari sebagaian orang, terkadang kenakalan remaja secara sepihak selalu dikaitkan dengan kualitas  para guru yang mendidik para remaja di sekolah. Kenakalan remaja itu sendiri merupakan suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Norma adalah ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat. Ketentuan tersebut mengikat bagi setiap manusia yang hidup dalam lingkungan berlakunya norma tersebut, dalam arti setiap orang yang hidup dalam lingkungan berlakunya norma tersebut harus mentaatinya.

Kualitas pendidikan dirasa masih belum mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter dan memiliki integritas keilmuwan yang mumpuni. secara umum, pendidikan sudah cukup bagus. Namun pendidikan karakter sepertinya belum berhasil diterapkan di sekolah. Hal itu terbukti dengan banyaknya kriminalitas dan tingkat kesadaran lingkungan di masyarakat yang rendah. Pendidikan belum mampu menghasilkan karakter dan peradaban yang baik. Kenakalan remaja berupa kekerasan dan ketidakdisiplinan terus berlangsung di masyarakat. Akibatnya para siswa menganggap hal itu sebagai bentuk kewajaran (REPUBLIKA.CO.ID, 2010)

Kepedulian  para remaja terhadap norma yang berlaku dalam tatanan masyarakat memang sebaiknya harus  dibangun sejak dini.  Peran guru dalam hal ini juga sangatlah penting. Menurut UU no. 14 tahun 2005 “ peran guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Jika fungsi ini berjalan dengan baik setidaknya norma-norma yang harus ditaati oleh para remaja telah tersampaikan.

Namun, pekerjaan mengatasi kenakalan remaja ini juga bukan hanya tanggung jawab dari para guru. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak. Kedekatan orang tua dan anak tentunya akan mempermudah  dalam mengarahkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Membangun suasana psikologis yang baik sangat diperlukan. Tatanan suasa psikologis  akan semakin kokoh jika nilai-nilai moral secara transparan dijabarkan dan diterjemahkan menjadi tatanan sosial dan budaya dalam kehidupan keluarga. Inilah yang dinamakan penataan sosiobudaya dalam keluarga.  Komunikasi dialogis yang terjadi antara orang tua dan anak-anaknya, terutama yang berhubungan dengan upaya membantu mereka untuk memecahkan permasalan, berkenaan dengan nilai-nilai moral.  Orang tua diharapkan dapat mengontrol terhadap perilaku-perilaku anak-anaknya agar tetap memiliki dan meningkatkan nilai-nilai moral sebagai dasar berperilaku.

Pandangan Al-Quran tentang anak, yang perlu kita ketahui dalam mendidik anak adalah  anak sebagai amanah bagi orangtuanya, sesungguhnya anak-anak bukanlah milik kita, mereka adalah titipan dari Allah kepada kita. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendidik anak sesuai dengan yang telah Allah perintahkan. Anak adalah harapan di masa depan, Allah memerintahkan kita sebagai orang tua untuk menjauhkan mereka dari api neraka. Anak adalah tabungan amal kita di akhirat, doa anak yang saleh merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari penghitungan kelak. Jadi, mendidik anak sesuai perintah Allah tetaplah merupakan keuntungan bagi diri kita juga pada akhirnya. Sehingga peran orang tua sangat dituntut untuk bisa memberikan cara berfikir yang mendasar  kepada anak agar dapat  membangun hubungan yang harmonis dengan Allah SWT dan  sesama manusia. (rkm)

Sumber foto: www.freepik.com

Tag

Komentar Facebook

Terkait

Temu Sapa KKN UBB Cendil Berlangsung Interaktif

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 14:21:27 WIB - 5 bulan lalu

KKN Tematik UBB Desa Namang 2018 Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 08:15:08 WIB - 5 bulan lalu

Fournita : "KKN disambut dengan Tawa, Pulang dengan Tangis"

KKN

Kamis, 12 Juli 2018 - 06:14:42 WIB - 5 bulan lalu

BSB Cash, Kartu Retribusi Pembayaran Non-Tunai Resmi Dilaunching

Artikel

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:06:00 WIB - 6 bulan lalu

Sistem KRPL Menjadi Solusi Hadapi Lahan Sempit

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 23:33:30 WIB - 6 bulan lalu

Berharap Kepada Allah , Ampuh Atasi Sifat Mudah BAPER

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 21:51:25 WIB - 6 bulan lalu

Tanaman Hias Siap Bantu Atasi Persoalan di Lahan Tambang

Artikel

Selasa, 26 Juni 2018 - 08:12:16 WIB - 6 bulan lalu

Intip Kerennya Break Pemuda "Zaman Now"

Hiburan

Senin, 25 Juni 2018 - 07:56:38 WIB - 6 bulan lalu

Teknologi Pengering Lada, Menentukan Kualitas Lada Lebih Tinggi

Artikel

Sabtu, 23 Juni 2018 - 22:02:55 WIB - 6 bulan lalu

GenBI Berbagi "Pelita Ramadhan Tanggap Berbagi" 2018

HIkmah

Jumat, 08 Juni 2018 - 01:19:38 WIB - 6 bulan lalu

Generasi Baru untuk Harapan Baru

Kampus

Rabu, 16 Mei 2018 - 01:00:09 WIB - 7 bulan lalu

Pernah Menaruh Harap

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 07:04:36 WIB - 8 bulan lalu

Cinta yang pernah tertitip pada Senja

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 06:59:04 WIB - 8 bulan lalu

2nd Agro Care Day: Save Our Earth, Save Our Live, And Save Our Future.

Kampus

Minggu, 22 April 2018 - 19:28:54 WIB - 8 bulan lalu

Suhargo: "Banyak Kendala di Stan Bazar Tak Menyurutkan Semangat Kami."

Kampus

Jumat, 13 April 2018 - 08:18:25 WIB - 8 bulan lalu

Meriah: Dies Natalis ke-12, Perkenalkan UBB dengan Jalur yang Berbeda

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:52:22 WIB - 8 bulan lalu

Pengenalan Kampus Lewat Parade di Acara Dies Natalis-12 UBB

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:39:52 WIB - 8 bulan lalu

Dinda Wiranti Wisudawati Terbaik FPPB UBB "Semua Ini Berkat Orang Tua"

Kampus

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:53:42 WIB - 9 bulan lalu

ORMAWA FPPB Galang Dana Bencana Banjir Mentok

Kampus

Sabtu, 17 Maret 2018 - 12:56:12 WIB - 9 bulan lalu

Studi Ekologi dan Populasi Kukang di Pulau Bangka

Lejok Bangka

Jumat, 16 Maret 2018 - 22:52:41 WIB - 9 bulan lalu

AIESEC Bersama Pemuda Bangka Belitung Menuju Era GO DIGITAL

Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:49:42 WIB - 10 bulan lalu

HIMABIO Buka Pintu Masuk Mahasiswa yang "HAUS" Beasiswa Luar Negeri

Kampus

Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:22:51 WIB - 10 bulan lalu

Tanaim: "Resi Gudang bukan Serta Merta Menaikan Harga!"

Kampus

Selasa, 20 Februari 2018 - 22:07:04 WIB - 10 bulan lalu

"Safari Politik HIMAPOL ! Bangun Balunijuk Sebagai Jantung UBB"

Kampus

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:20:00 WIB - 10 bulan lalu

Mendapatkan Kembali Jiwa Mahasiswa Melalui Latihan Kempemimpinan 3 FPPB

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 19:46:09 WIB - 10 bulan lalu

PETANG di Hari Sabtu Dekatkan Mahasiswa Fakultas Teknik

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 14:08:15 WIB - 10 bulan lalu