Ketika Lengkuas Mengurangi Dampak Buruk Fungisida Sintetis

Editorial   |   Artikel  |   Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:41:00 WIB
Ketika Lengkuas Mengurangi Dampak Buruk Fungisida Sintetis

Tigamatapena.com - Pengendalian penyakit antraknosa (Colletotrichum musae) pada buah pisang sekama ini dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida sintetis. Namun, penggunaan fungisida sintetis yang tidak bijaksana secara terus- menerus, akan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan manusia, kualitas lingkungan, residu pada tanaman, dan dapat mempengaruhi resistensi patogen.

Seperti kita ketahui bersama bahwa residu bahan aktifnya dapat bertahan pada buah pascapanen sehingga dapat membahayakan manusia yang mengkonsumsinya (Indriyani 2008). Oleh karena itu, diperlukan pengendalian alternatif yang lebih ramah lingkungan, misalnya menggunakan fungisida yang berasal dari tanaman atau tumbuhan yang dikenal dengan fungisida botani. Fungisida botani ini dapat berupa larutan hasil rendaman, ekstrak, dan rebusan bagian tumbuhan atau tanaman, yakni berupa akar, umbi, batang, daun, biji, dan buah.

Lengkuas merupakan tanaman berumur panjang dan anggota famili Zingiberaceae. Tanaman lengkuas memiliki pelepah daun-daun yang tersusun berseling-seling yang menutupi batang dan rimpangnya keras mengkilap serta memiliki warna bersisik putih atau kemerahan. Rimpang lengkuas memiliki kandungan lebih kurang 1% minyak atsiri yang terdiri dari metil sinamat 48%, sineol 20-30%, eugenol, kamfer 1%, seskuiterpen, δ-pinen, galangin (Sinaga 2009).

Beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa ekstrak air dan minyak lengkuas berpotensi sebagai antimikrob. Rimpang lengkuas juga mengandung basonin, eugenol, galangan dan galangol, eugenol yang bermanfaat sebagai anticendawan, selain itu minyak atsiri yang terkandung dalam lengkuas dapat menghambat pertumbuhan beberapa spesies cendawan patogen (Rileks 2010).

Menurut Darmawan dan Anggraeni (2012), ekstrak lengkuas pada konsentrasi 50% menunjukkan kemampuan yang baik dalam menghambat cendawan Pythium hingga 64%. Penelitian Oktavia (2005) tentang uji konsentrasi air perasan rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) terhadap cendawan Selenotium rolfsii penyebab penyakit busuk pangkal batang pada cabai mampu menghambat pertumbuhan cendawan dengan persentase tingkat hambatan relatif 71,21%. Ekstrak air dan etanol lengkuas dalam penghambatan cendawan Colletotrichum, dilaporkan menghambat sampai 100% pertumbuhan miselium dan perkecambahan konidia C. gloeosporioides penyebab penyakit antraknosa pada cabai (Yulia et al. 2006).

Menurut Kurnia dalam Darwis et al. (2013), kandungan kimia dari rimpang lengkuas merah mengandung minyak atsiri, saponin, tanin, eugenol, seskuiterpen, pinen, metal sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Selain itu, rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) mengandung senyawa flavonoid kaempferol-3-rutinoside dan kaempferol-3-3oliucronide. Itokawa dan Takeya dalam Darwis et al. (2013), menjelaskan bahwa tanaman lengkuas mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern. Air perasan rimpang lengkuas dapat menekan perkembangan penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii pada persemaian cabai dan konsentrasi yang efektif adalah 5,5 % dengan efektivitas penurunan persentase pre-emergence damping off dan post- emergence dampingoff masing-masing 39,72 % dan 72,32 %. Sehingga dari uraian singkat diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan bahan alami seperti lengkuas (Alpinia galangal L.) ini dapat dijadikan teknik pengendalian penyakit antraknosa alternatif pengganti fungisida sintetik. Hasil penelitian Pebriani (2017) menunjukkan bahwa ekstrak rimpang lengkuas dengan konsentrasi 30% merupakan konsentrasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum musae pada buah pisang Ambon. (rkm)

 

Sumber foto: jitunews.com

Tag

Komentar Facebook

Fournita : "KKN disambut dengan Tawa, Pulang dengan Tangis"

KKN

Kamis, 12 Juli 2018 - 06:14:42 WIB - 3 bulan lalu

BSB Cash, Kartu Retribusi Pembayaran Non-Tunai Resmi Dilaunching

Artikel

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:06:00 WIB - 4 bulan lalu

Sistem KRPL Menjadi Solusi Hadapi Lahan Sempit

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 23:33:30 WIB - 4 bulan lalu

Berharap Kepada Allah , Ampuh Atasi Sifat Mudah BAPER

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 21:51:25 WIB - 4 bulan lalu

Tanaman Hias Siap Bantu Atasi Persoalan di Lahan Tambang

Artikel

Selasa, 26 Juni 2018 - 08:12:16 WIB - 4 bulan lalu

Intip Kerennya Break Pemuda "Zaman Now"

Hiburan

Senin, 25 Juni 2018 - 07:56:38 WIB - 4 bulan lalu

Teknologi Pengering Lada, Menentukan Kualitas Lada Lebih Tinggi

Artikel

Sabtu, 23 Juni 2018 - 22:02:55 WIB - 4 bulan lalu

GenBI Berbagi "Pelita Ramadhan Tanggap Berbagi" 2018

HIkmah

Jumat, 08 Juni 2018 - 01:19:38 WIB - 4 bulan lalu

Generasi Baru untuk Harapan Baru

Kampus

Rabu, 16 Mei 2018 - 01:00:09 WIB - 5 bulan lalu

Pernah Menaruh Harap

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 07:04:36 WIB - 6 bulan lalu

Cinta yang pernah tertitip pada Senja

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 06:59:04 WIB - 6 bulan lalu

2nd Agro Care Day: Save Our Earth, Save Our Live, And Save Our Future.

Kampus

Minggu, 22 April 2018 - 19:28:54 WIB - 6 bulan lalu

Suhargo: "Banyak Kendala di Stan Bazar Tak Menyurutkan Semangat Kami."

Kampus

Jumat, 13 April 2018 - 08:18:25 WIB - 6 bulan lalu

Meriah: Dies Natalis ke-12, Perkenalkan UBB dengan Jalur yang Berbeda

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:52:22 WIB - 6 bulan lalu

Pengenalan Kampus Lewat Parade di Acara Dies Natalis-12 UBB

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:39:52 WIB - 6 bulan lalu

Dinda Wiranti Wisudawati Terbaik FPPB UBB "Semua Ini Berkat Orang Tua"

Kampus

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:53:42 WIB - 7 bulan lalu

ORMAWA FPPB Galang Dana Bencana Banjir Mentok

Kampus

Sabtu, 17 Maret 2018 - 12:56:12 WIB - 7 bulan lalu

Studi Ekologi dan Populasi Kukang di Pulau Bangka

Lejok Bangka

Jumat, 16 Maret 2018 - 22:52:41 WIB - 7 bulan lalu

AIESEC Bersama Pemuda Bangka Belitung Menuju Era GO DIGITAL

Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:49:42 WIB - 8 bulan lalu

HIMABIO Buka Pintu Masuk Mahasiswa yang "HAUS" Beasiswa Luar Negeri

Kampus

Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:22:51 WIB - 8 bulan lalu

Tanaim: "Resi Gudang bukan Serta Merta Menaikan Harga!"

Kampus

Selasa, 20 Februari 2018 - 22:07:04 WIB - 8 bulan lalu

"Safari Politik HIMAPOL ! Bangun Balunijuk Sebagai Jantung UBB"

Kampus

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:20:00 WIB - 8 bulan lalu

Mendapatkan Kembali Jiwa Mahasiswa Melalui Latihan Kempemimpinan 3 FPPB

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 19:46:09 WIB - 8 bulan lalu

PETANG di Hari Sabtu Dekatkan Mahasiswa Fakultas Teknik

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 14:08:15 WIB - 8 bulan lalu

Latihan Kepemimpinan 3rd FISIP Bangun Pengkaderan Pemimpin Masa Depan

Kampus

Sabtu, 03 Februari 2018 - 20:08:07 WIB - 9 bulan lalu

Awal Kepengurusan, HIMAGRO Bakar Semangat Melalui Training Organization (TO)

Kampus

Sabtu, 03 Februari 2018 - 19:56:45 WIB - 9 bulan lalu