Saat Hidup Terasa Sempit

Editorial   |   HIkmah  |   Rabu, 18 Oktober 2017 - 13:01:52 WIB
Saat Hidup Terasa Sempit

Tigamatapena.com  Betapa kita sering merasa sempit dalam hidup. Tak ada gairah, energi dan motivasi untuk melakukan banyak hal. Rasanya sumpek, jumud, dan membosankan. Hidup menjadi tidak bersahabat, tak ada bekas perbaikan kualitas diri, kapasitas keimanan tak jua menanjak. Hidup menjadi begitu-begitu saja dan menjadi benar-benar flat. Dunia menjadi seolah enggan menyapa.

Di sisi lain, amal-amal kebaikan menjadi sulit dilakukan. Jangankan yang sunnah, fardu pun sekedar menggugurkan kewajiban.

Kondisi ini merupakan sebuah keniscayaan, sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa,

“Setiap amalan ada waktu semangat dan setiap masa semangat ada putusnya. Barang siapa yang masa putusnya itu kepada sunnahku maka telah mendapatkan petunjuk dan siapa yang masa putus (lemah) nya pada selainnya maka telah binasa.”(HR ibnu Abi ‘Ashim dan Ibnu Hibban)

Dalam hadits lain:

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:

  1. Kebingungan, yang tiada putusnya;
  2. Kesibukan, yang tidak ada ujungnya;
  3. Kebutuhan, yang tidak terpenuhi; dan
  4. Keinginan, yang tidak tercapai.”

(HR. Ath-Thabrani)

Seringkali kita berhadapan dengan kesibukan yang tiada henti. Semakin dilakukan pekerjaan kita semakin tidak selesai. Sepertinya Allah terus membuat kita tak pernah punya waktu luang. Maka kita harus hati-hati. Jangan-jangan ada hak Allah yang belum ditunaikan paling tidak di pagi hari. Atau boleh jadi yang terjadi adalah ketidak-tenangan. Selalu bingung menghadapi banyak persoalan. Tak pernah thuma’ninah. Banyak hal yang awalnya hanya sebuah keinginan seolah menjadi kebutuhan, terus menerus diperbudak nafsu untuk memenuhi setiap keinginan. Maka kita harus hati-hati. Jangan-jangan segala kebingungan dan tidak tercapainya keinginan adalah bentuk teguran Allah atas abainya kita terhadap hak-hakNya.

Adalah sunatullah bahwa kita akan bertemu dengan titik-titik di mana kita malas beramal, enggan beribadah. Hanya saja bagi seorang mukmin, kondisi tersebut harus segera disiasati, tidak dinikmati atau bahkan dijadikan justifikasi dari sabda Rasulullah sebagaimana di atas. Kondisi futur sebenarnya bukan kondisi yang tiba-tiba hadir. Melainkan akumulasi dari maksiat-maksiat kecil yang tidak terasa atau bahkan kita anggap sederhana. Sungguh tidak ada dosa besar kecuali akumulasi dosa kecil. Oleh karenanya, sebelum kita terjerumus ke dalam kefuturan pada level yang semakin tinggi, maka kita harus berupaya segera kembali dan bertaubat pada Allah, berlindung dari segala maksiat, baik kecil maupun besar, sengaja atau tidak.

Kualitas kebaikan hubungan dengan Allah merupakan kunci utama kebahagiaan hidup kita. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 124: “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku maka akan Aku timpakan kehidupan yang dhonka/rusak”.

Dalam ayat tersebut, secara eksplisit Allah memperingatkan kita mengenai bahaya berpaling dari Allah. Na’udzubillah. Saat kita mendapati kehidupan yang “dhonka”, maka kita harus melihat kembali kualitas amal kita. Mesti ada yang salah pada hubungan kita dengan Allah saat kita mendapati masalah pada banyak hal dalam hidup kita. Mesti ada yang salah dengan shalat kita, saat kita tak asing lagi dengan maksiat. Mesti ada yang salah tentang cara dan intensitas interaksi kita dengan Al-Qur’an, saat kita mendapati lisan menjadi liar, sering tak terkendali. Mesti ada yang salah pada frekwensi dzikir kita, saat kita merasa dilupakan, bahkan oleh orang-orang terdekat kita. Mesti ada niat-niat yang tak lurus, saat kita mendapati lelah semata untuk setiap pekerjaan yang diamanahkan.

Hanya ada satu cara untuk mengembalikan hati pada ketenangan. Terlukisnya hidup oleh kebahagiaan. Kembali ke pelukan Yang Maha Penyayang.

Kita harus memaksa diri yang kian lemah, untuk kembali bersungguh-sungguh. Kita harus paksa bibir kita untuk melafadzkan kalimat-kalimat thoyyibah, panggil terus menerus asma Allah, mencoba menghayati setiap doa yang teruntai, bacaan yang terlontar. Berusaha agar Allah selalu di hati. Bukan yang lain. Bukan harta, tahta, buah hati, atau bahkan suami/istri.

Mulakan kembali semuanya dengan bismillah. Menyebut asma-Nya. Berharap rahmat kasih sayang-Nya. (ncca)

Tag

Komentar Facebook

Terkait

Temu Sapa KKN UBB Cendil Berlangsung Interaktif

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 14:21:27 WIB - 5 bulan lalu

KKN Tematik UBB Desa Namang 2018 Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 08:15:08 WIB - 5 bulan lalu

Fournita : "KKN disambut dengan Tawa, Pulang dengan Tangis"

KKN

Kamis, 12 Juli 2018 - 06:14:42 WIB - 5 bulan lalu

BSB Cash, Kartu Retribusi Pembayaran Non-Tunai Resmi Dilaunching

Artikel

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:06:00 WIB - 6 bulan lalu

Sistem KRPL Menjadi Solusi Hadapi Lahan Sempit

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 23:33:30 WIB - 6 bulan lalu

Berharap Kepada Allah , Ampuh Atasi Sifat Mudah BAPER

Artikel

Kamis, 28 Juni 2018 - 21:51:25 WIB - 6 bulan lalu

Tanaman Hias Siap Bantu Atasi Persoalan di Lahan Tambang

Artikel

Selasa, 26 Juni 2018 - 08:12:16 WIB - 6 bulan lalu

Intip Kerennya Break Pemuda "Zaman Now"

Hiburan

Senin, 25 Juni 2018 - 07:56:38 WIB - 6 bulan lalu

Teknologi Pengering Lada, Menentukan Kualitas Lada Lebih Tinggi

Artikel

Sabtu, 23 Juni 2018 - 22:02:55 WIB - 6 bulan lalu

GenBI Berbagi "Pelita Ramadhan Tanggap Berbagi" 2018

HIkmah

Jumat, 08 Juni 2018 - 01:19:38 WIB - 6 bulan lalu

Generasi Baru untuk Harapan Baru

Kampus

Rabu, 16 Mei 2018 - 01:00:09 WIB - 7 bulan lalu

Pernah Menaruh Harap

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 07:04:36 WIB - 8 bulan lalu

Cinta yang pernah tertitip pada Senja

Sastra

Minggu, 06 Mei 2018 - 06:59:04 WIB - 8 bulan lalu

2nd Agro Care Day: Save Our Earth, Save Our Live, And Save Our Future.

Kampus

Minggu, 22 April 2018 - 19:28:54 WIB - 8 bulan lalu

Suhargo: "Banyak Kendala di Stan Bazar Tak Menyurutkan Semangat Kami."

Kampus

Jumat, 13 April 2018 - 08:18:25 WIB - 8 bulan lalu

Meriah: Dies Natalis ke-12, Perkenalkan UBB dengan Jalur yang Berbeda

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:52:22 WIB - 8 bulan lalu

Pengenalan Kampus Lewat Parade di Acara Dies Natalis-12 UBB

Kampus

Rabu, 11 April 2018 - 20:39:52 WIB - 8 bulan lalu

Dinda Wiranti Wisudawati Terbaik FPPB UBB "Semua Ini Berkat Orang Tua"

Kampus

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:53:42 WIB - 9 bulan lalu

ORMAWA FPPB Galang Dana Bencana Banjir Mentok

Kampus

Sabtu, 17 Maret 2018 - 12:56:12 WIB - 9 bulan lalu

Studi Ekologi dan Populasi Kukang di Pulau Bangka

Lejok Bangka

Jumat, 16 Maret 2018 - 22:52:41 WIB - 9 bulan lalu

AIESEC Bersama Pemuda Bangka Belitung Menuju Era GO DIGITAL

Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:49:42 WIB - 10 bulan lalu

HIMABIO Buka Pintu Masuk Mahasiswa yang "HAUS" Beasiswa Luar Negeri

Kampus

Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:22:51 WIB - 10 bulan lalu

Tanaim: "Resi Gudang bukan Serta Merta Menaikan Harga!"

Kampus

Selasa, 20 Februari 2018 - 22:07:04 WIB - 10 bulan lalu

"Safari Politik HIMAPOL ! Bangun Balunijuk Sebagai Jantung UBB"

Kampus

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:20:00 WIB - 10 bulan lalu

Mendapatkan Kembali Jiwa Mahasiswa Melalui Latihan Kempemimpinan 3 FPPB

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 19:46:09 WIB - 10 bulan lalu

PETANG di Hari Sabtu Dekatkan Mahasiswa Fakultas Teknik

Kampus

Senin, 12 Februari 2018 - 14:08:15 WIB - 10 bulan lalu