Budidaya Sayuran Secara Hidroponik Dimasa Pandemi Covid-19

Editorial   |   Artikel   |   Jumat, 19 Juni 2020 - 20:30:16 WIB
Budidaya Sayuran Secara Hidroponik Dimasa Pandemi Covid-19

Aktivitas Budidaya Tanaman Secara Hidpronik

Tigamatapena - Ronaldo, Mahasiswa Agroteknologi 2018

Masa pandemi  COVID-19 pada saat sekarang ini harus menjadikan seluruh orang untuk berdiam diri dirumah dan tidak bisa bekerja ataupun bersosialisasi diluar rumah, hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Dimasa pandemi  seperti ini, hal utama yang harus diperhatikan adalah ketahanan pangan bagi masyarkat. Kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat pada masa pandemi seperti ini yaitu budidaya sayuran secara hidroponik.

Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan hidroponik bagi pemula yaitu dimulai dengan menyemai bibit pada media seperti rockwool, arang sekam, kerikil, pasir, sabut kelapa, ataupun spons.  Potong media yang digunakan sesuia ukuran nettpot, semai benih didalam media dengan memasukkan benih kedalam media, kemudian dibasahi dengan air. Tutup benih yang disemai menggunakan plastic hitam selama 24 jam. Rawat bibit yang telah tumbuh dengan menyirami bibit, dan jangan biarkan media yang digunakan sampai kering sampai bibit berumur 14 hss atau sudah berdaun empat. Pindah bibit yang telah siap pindah kedalam penyangga instalasi yang digunakan. Penyangga instalasi dapat dengan mudah kita temukan seperti menggunakan styrofoam, pipa, atau botol bekas air minuman. Proses  dengan menggunakan pipa yaitu dengan melubangi pipa sesuai dengan ukuran nettpot yang digunakan, susun pipa yang telah dipersiapkan untuk diajdikan instalasi hidroponik, siapkan penampung pada ujung pipa, pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal.

Budidaya secara hidroponik memiliki beberapa macam cara yaitu sistem NFT (Nutrient Film Technique), sistem DFT (Drip Floating Technique), sistem sumbu, sitem rakit apung, dan sitem Dutch bucket. Sistem budidaya yang banyak digunakan oleh pemula untuk berbudidaya tanaman secara hidroponik yaitu sistem DFT. Sistem kerja dari sistem DFT yaitu dengan mengalirkan larutan nutrisi secara terus menerus melalui pompa, jalannya nutrisi dimulai dari larutan yang dipompa, melewati akar, dan kembali ke bak penampungan. Sistem ini memiliki kelebihan yaitu jika listrik mati maka air akan menggenang didalam pipa sehingga tanaman tidak layu. Tanaman yang cocok untuk budidaya dengan sistem ini yaitu sawi, pakcoy, selada, dan kangkung.   

Kelebihan budidaya sayuran secara hidroponik yaitu terdapat penggunaan lahan lebih efisien, tidak menggunakan lahan yang luas budidayanya dapat dilakukan didaerah pekarangan rumah, budidaya tanpa menggunakan tanah, kualitas dan kuantitas sayuran lebih baik, dan pengendalian hama lebih mudah dilakukan, untuk itu budidaya sayuran secara hidroponik pada masa pandemi seperti ini sangat baik dilakukan baik untuk dilakukan untuk skala kebutuhan rumah tangga ataupun skala bisnis.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook

Nanas eksplorasi jadi maskot karnaval HUT RI 74 di Kecamatan Merawang

Artikel

Selasa, 20 Agustus 2019 - 19:32:44 WIB - 11 bulan lalu

KKN Desa Labu 2019 Sulap Labu Jadi Stik Kekinian

KKN

Jumat, 26 Juli 2019 - 19:50:46 WIB - 12 bulan lalu

WUJUDKAN KONTRIBUSI NYATA, KKN PPM SUNGAI SELAN 2019 BERAKSI PUNGUT SAMPAH

KKN

Jumat, 19 Juli 2019 - 21:55:16 WIB - 12 bulan lalu

HARGA BITCOIN TURUN, INILAH WAKTU YANG TEPAT

Artikel

Jumat, 19 Juli 2019 - 21:12:09 WIB - 12 bulan lalu

Duta PEPELINGASIH Siap Wakili Babel di Tingkat Nasional

Lejok Bangka

Kamis, 04 Juli 2019 - 19:09:59 WIB - 12 bulan lalu

Sabet Juara, Tim Bulutangkis FPPB Sumbangkan Emas Untuk Fakultas

Kampus

Jumat, 12 April 2019 - 08:11:11 WIB - 1 tahun lalu

Eksplorasi Nenas, Jadikan acuan Varietas Baru

Pertanian

Rabu, 10 April 2019 - 03:33:36 WIB - 1 tahun lalu

Atasi Lahan Tambang dengan Budidaya Sorgum

Pertanian

Senin, 08 April 2019 - 19:56:02 WIB - 1 tahun lalu

Defoliasi, Inovasi Baru Perbanyak Buah Tomat

Pertanian

Minggu, 07 April 2019 - 20:05:46 WIB - 1 tahun lalu

Marquez Tuntun Rossi dan Davizioso di MotoGP Argentina

Olah-raga

Senin, 01 April 2019 - 02:44:38 WIB - 1 tahun lalu

Pembuatan Website Desa: Tata Cara Mendaftarkan Domain desa.id

Teknologi

Senin, 01 April 2019 - 02:02:34 WIB - 1 tahun lalu

Gas elpiji langka, Apa Penjelasan Pertamina?

Lejok Bangka

Selasa, 08 November 2018 - 05:33:18 WIB - 2 tahun lalu

Jalan-Jalan Ke FPPB, SMK 1 Mendo Barat Kantongi Ilmu Baru

Kampus

Kamis, 18 Oktober 2018 - 23:20:19 WIB - 2 tahun lalu

Peluang Usaha menjanjikan, GenBI Babel Ikuti Pelatihan Hidroponik

Kampus

Rabu, 19 September 2018 - 14:24:16 WIB - 2 tahun lalu

KKN UBB Revolusi Mental Desa Namang Gelar Sosialisasi BPJS di Dua Desa

Artikel

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 19:36:07 WIB - 2 tahun lalu

"Gerakan Masyarakat Hidup Sehat" Air Duren Bersama Mahasiswa KKN UBB

KKN

Minggu, 22 Juli 2018 - 19:48:55 WIB - 2 tahun lalu

Belum Pernah Lakukan Senam, Mahasiswa KKN UBB Berikan Spirit Baru

KKN

Jumat, 20 Juli 2018 - 14:38:57 WIB - 2 tahun lalu

KKN Desa Cendil Bersama Warga Cendil Serbui Lapangan Voli

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 22:26:55 WIB - 2 tahun lalu

Bantu Mayarakat Dusun Tuing, Mahasiswa KKN UBB Selesaikam Fasilitas MCK

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 16:35:43 WIB - 2 tahun lalu

Rubah Kulit Nanas menjadi POC melalui Sosialisasi KKN UBB

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 10:05:44 WIB - 2 tahun lalu

KKN UBB Desa Cendil 2018 Mudahkan Jalan Proker Melalui Observasi Lapang

KKN

Minggu, 15 Juli 2018 - 05:41:01 WIB - 2 tahun lalu

Temu Sapa KKN UBB Cendil Berlangsung Interaktif

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 14:21:27 WIB - 2 tahun lalu

KKN Tematik UBB Desa Namang 2018 Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

KKN

Jumat, 13 Juli 2018 - 08:15:08 WIB - 2 tahun lalu

Fournita : "KKN disambut dengan Tawa, Pulang dengan Tangis"

KKN

Kamis, 12 Juli 2018 - 06:14:42 WIB - 2 tahun lalu

BSB Cash, Kartu Retribusi Pembayaran Non-Tunai Resmi Dilaunching

Artikel

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:06:00 WIB - 2 tahun lalu