Kunjungi Desa Petaling, Dua Dosen Agroteknologi UBB Beri Edukasi Inovasi POC dan Pengelolaan Agroekosistem Terintegrasi

Editorial   |   Berita   |   Senin, 17 Agustus 2020 - 20:24:47 WIB
Kunjungi Desa Petaling, Dua Dosen Agroteknologi UBB Beri Edukasi Inovasi POC dan Pengelolaan Agroekosistem Terintegrasi

Foto bersama Narasumber dan peserta program pengabdian masyarakat di Desa Petaling

Tigamatapena.com, Petaling - Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung, Rion Apriyadi, S.P., M. Si dan Deni Pratama, S.P., M. Si menggelar program pengabdian masyarakat bertempat di gedung sekretariat Gapoktan Desa Petaling pada hari Jumat, (14/08/2020).

Program pengabdian masyarakat yang bertajuk "Agrotechnoplus: Desiminasi Inovasi POC dan Implementasi Pengelolaan Agroekosistem Terintegrasi dalam Pemberdayaan Petani Komoditas Lada Sebagai Komoditas Unggul Desa Petaling” tersebut dihadiri oleh Sekretaris Desa Petaling, Babinsa, Bhabinkantibmas, Perwakilan Kelompok tani, Ketua Gapoktan Petaling beserta masyarakat Desa Petaling.

Sekretaris Desa Petaling dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan ucapan terimakasih kepada Dosen Program studi Agroteknologi karena telah datang langsung ke petani untuk berbagi ilmu terkait pengelolaan lada serta tata cara pembuatan POC.

“Program ini sangat penting untuk memberdayakan petani kami di desa Petaling, apalagi dalam membangun kembali semangat petani dalam bertanam lada. Kami berterima kasih kepada jurusan pertanian UBB yang tetap memperhatikan petani ditengah pandemi ini” pungkasnya.

Pemaparan materi mengenai pengelolaan agroekosistem lada yang disampaikan oleh Rion Apriyadi, S.P., M.Si menjadi pengawal kegiatan program tersebut. Ia menjelaskan tentang pengelolaan lingkungan tanaman lada guna meningkatkan produktivitas lada di Kep. Bangka Belitung khususnya Desa Petaling.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan tanaman lada sangat penting untuk diterapkan karena dapat mengurangi biaya produksi dalam budidaya lada yang relatif tinggi serta mengurangi resiko penggunaan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker paru-paru bagi manusia.

"Ini yang menjadi salah satu kelemahan petani kita, fokus kita adalah kepada budidaya intensif dengan banyak menggunakan bahan kimia seperti pupuk kimia dan pestisida kimia, padahal memanfaatkan ekosistem sekitar dapat dilakukan sebagai alternatif pengelolaan lingkungan yang efisien untuk mendukung budidaya tanaman”, ujar Rion.

Lebih lanjut, Rion menyampaikan bahwa contoh pengelolaan lingkungan sederhana yakni dengan pembuatan parit di sekeliling kebun lada serta pembuatan parit kecil per 20 m dalam kebun lada dengan kedalaman 30 cm untuk mencegah penyebaran patogen penyebab penyakit berpindah dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Pembuatan parit berfungsi untuk mengelola kelembaban sekitar areal perkebunan lada sehingga memaksimalkan peran lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pemaparan materi berikutnya yakni berupa demonstrasi oleh Deni Pratama, S.P., M.Si terkait pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sederhana dari bahan organik yang berasal pada limbah pertanian maupun limbah rumah tangga.

Deni menyampaikan bahwa biaya produksi dalam proses pemupukan tanaman lada juga dapat dikurangi jika petani lada mengaplikasikan pupuk sesuai dengan rekomendasi pemupukan serta memanfaatkan bahan alam seperti limbah yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan pupuk seperti POC.

Deni mengarakan contoh limbah yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan POC diantaranya ialah limbah sayur, kotoran sapi, kotoran ayam, enceng gendok, limbah kulit nenas, limbah ikan yang banyak mengandung protein sehingga dapat menyediakan N dalam jumlah yang banyak, sabut kelapa, batang pisang dapat menyediakan unsur K bagi tanaman, serta bahan organik lainnya yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

“POC ini sangat ramah lingkungan, mudah pembuatannya dan yang terpenting memiliki kandungan hara makro dan mikro yang baik untuk pertumbuhan tanaman”, ujar Deni.

Deni mendemonstrasikan cara pembuatan POC dari limbah jeruk yang dimulai dari pencacahan kulit jeruk, pencampuran bahan baku pembuatan POC dalam satu wadah, serta penambahan sebanyak 1 liter gula aren yang telah dicairkan, 1 liter air cucian beras yang berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroorganisme dekomposer bahan organik, 1 liter air kelapa yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman, serta penambahan air. Selanjutnya semua bahan diaduk dan POC didiamkan selama kurang lebih 2-4 minggu dalam kondisi tertutup tergantung dari bahan dasar pembuatan POC.

Penyampaian materi disambut antusias oleh para peserta kegiatanpengabdian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan keaktifan peserta yang bertanya selama sesi diskusi. Acara ditutup dengan foto bersama para narasumber beserta peserta kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Petaling.

Rion dan Deni berharap agar materi yang disampaikan dapat menambah wawasan masyarakat Desa Petaling dan menjadi pemacu agar masyarakat mampu menerapkan pengelolaan agroekosistem lada yang terintegrasi serta memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk organik cair bagi tanaman.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook

KKN Desa Senyubuk Beltim Ikut Andil Dalam Program Posyandu Desa

KKN

Jumat, 17 Juli 2020 - 08:58:04 WIB - 3 bulan lalu

Efek Pandemi dan Solusi yang Ada

Artikel

Kamis, 25 Juni 2020 - 08:39:43 WIB - 4 bulan lalu

Budidaya Sayuran Secara Hidroponik Dimasa Pandemi Covid-19

Artikel

Jumat, 19 Juni 2020 - 20:30:16 WIB - 4 bulan lalu

KAMMI Babel Salurkan Paket Sembako ke 14 Desa di Wilayah Bangka

Artikel

Kamis, 21 Mei 2020 - 10:06:36 WIB - 5 bulan lalu

Tausiyah Online di Tengah Pandemi Covid-19

Artikel

Sabtu, 25 April 2020 - 16:41:45 WIB - 6 bulan lalu

Resmi Dilantik, Pengurus Daerah KAMMI Bangka Belitung di Ketuai Hasyim Ashari

Kampus

Senin, 03 Februari 2020 - 17:26:56 WIB - 9 bulan lalu

“Cara Spesial Memperingati Hari Ibu di Desa Penyamun”

Lejok Bangka

Selasa, 31 Desember 2019 - 12:43:20 WIB - 10 bulan lalu

Desa Lubuk Pabrik “Membangun Ketahanan Pangan melalui KRPL”

Artikel

Rabu, 25 Desember 2019 - 08:13:25 WIB - 10 bulan lalu

BEDINCAK HEBOKAN SUKU KETAPIK DESA KACUNG

Lejok Bangka

Minggu, 24 November 2019 - 22:09:58 WIB - 11 bulan lalu

Aktor Film "Ketika Cinta Bertasbih" Rayakan Maulid Nabi di Desa Kacung

Lejok Bangka

Minggu, 10 November 2019 - 21:54:27 WIB - 12 bulan lalu

Agrotek UBB Tawarkan Solusi LEISA dan Mina Padi

Pertanian

Selasa, 22 Oktober 2019 - 17:40:03 WIB - 12 bulan lalu

Agroteknologi UBB Sosialisasikan Hasil Penelitian Dosen

Pertanian

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 14:24:40 WIB - 12 bulan lalu

Nanas eksplorasi jadi maskot karnaval HUT RI 74 di Kecamatan Merawang

Artikel

Selasa, 20 Agustus 2019 - 19:32:44 WIB - 1 tahun lalu

KKN Desa Labu 2019 Sulap Labu Jadi Stik Kekinian

KKN

Jumat, 26 Juli 2019 - 19:50:46 WIB - 1 tahun lalu

WUJUDKAN KONTRIBUSI NYATA, KKN PPM SUNGAI SELAN 2019 BERAKSI PUNGUT SAMPAH

KKN

Jumat, 19 Juli 2019 - 21:55:16 WIB - 1 tahun lalu

HARGA BITCOIN TURUN, INILAH WAKTU YANG TEPAT

Artikel

Jumat, 19 Juli 2019 - 21:12:09 WIB - 1 tahun lalu

Duta PEPELINGASIH Siap Wakili Babel di Tingkat Nasional

Lejok Bangka

Kamis, 04 Juli 2019 - 19:09:59 WIB - 1 tahun lalu

Sabet Juara, Tim Bulutangkis FPPB Sumbangkan Emas Untuk Fakultas

Kampus

Jumat, 12 April 2019 - 08:11:11 WIB - 2 tahun lalu

Eksplorasi Nenas, Jadikan acuan Varietas Baru

Pertanian

Rabu, 10 April 2019 - 03:33:36 WIB - 2 tahun lalu

Atasi Lahan Tambang dengan Budidaya Sorgum

Pertanian

Senin, 08 April 2019 - 19:56:02 WIB - 2 tahun lalu

Defoliasi, Inovasi Baru Perbanyak Buah Tomat

Pertanian

Minggu, 07 April 2019 - 20:05:46 WIB - 2 tahun lalu

Marquez Tuntun Rossi dan Davizioso di MotoGP Argentina

Olah-raga

Senin, 01 April 2019 - 02:44:38 WIB - 2 tahun lalu

Pembuatan Website Desa: Tata Cara Mendaftarkan Domain desa.id

Teknologi

Senin, 01 April 2019 - 02:02:34 WIB - 2 tahun lalu

Gas elpiji langka, Apa Penjelasan Pertamina?

Lejok Bangka

Selasa, 08 November 2018 - 05:33:18 WIB - 2 tahun lalu

Jalan-Jalan Ke FPPB, SMK 1 Mendo Barat Kantongi Ilmu Baru

Kampus

Kamis, 18 Oktober 2018 - 23:20:19 WIB - 2 tahun lalu

Peluang Usaha menjanjikan, GenBI Babel Ikuti Pelatihan Hidroponik

Kampus

Rabu, 19 September 2018 - 14:24:16 WIB - 2 tahun lalu